La Chandeleur – Tradisi Crêpe di Prancis – CRÊPE SUZETTE

Halo semua!

Di Prancis, setiap tanggal 2 Februari ada sebuah tradisi “La Chandeleur” di mana hari itu dirayakan dengan menyantap crêpes.

Tanggal itu menandakan berakhirnya musim dingin (winter) dan datangnya musim semi, perginya cuaca yang dingin dan gelap dan kembalinya matahari dan kehangatan. Konon katanya, untuk menyambut panen “gandum” yang baru, gandum yang lama harus dibuat sesuatu (crêpe). It’s like turning a page, going through a new chapter.

Dan kenapa crêpe? Karena bentuk melingkarnya seperti bentuk matahari, so yes welcoming the spring sun.

Anyway, crêpe sudah sejak kecil menjadi salah satu makanan andalan. It’s easy to make and it has eggs, flour, milk yang bisa menjadi sumber nutrisi yang baik. Bisa disantap manis ataupun gurih. 

Kali ini aku mau share sebuah resep crêpe taken to the next level, atau crêpe naik kelas.. hehehe. Namanya Crêpe Suzette, sebuah variasi crêpe yang juga sangat khas di Prancis. Crêpe dimasak dengan air jeruk, gula dan butter dan kemudian di”flambé” atau dibakar dengan sedikit alcohol (alcohol di tuangkan ke dalam teflon lalu akan ada efek bakar-bakarnya). The alcohol doesn’t stay there, dia akan terevaporasi ketika proses bakar, dan hanya membantu menambah rasa manis dalam caramelisasi crêpe Suzette. Nah, ini aku akan buat versi tanpa alcohol yang gampang dibuat di setiap rumah without having to worry on burning something =)

 

thumb_DSC00331_1024

CRÊPE SUZETTE

Bahan Crêpe (manis) :

250 gr tepung serbaguna

50 gr gula pasir

sedikit garam

3 butir telur

500 ml susu (nabati/hewani)

1/2 tsp vanilla paste

1-2 drops orange essential oils (food grade / optional) atau bisa diganti dengan parutan kulit jeruk

Bahan sauce Suzette (orange sauce) :

2 buah jeruk sunkist (parut kulit luarnya dan simpan air dari 1.5 jeruk, setengahnya lagi di potong bulat untuk garnish)

1/2 buah lemon (kulit diparut + air disimpan)

20 gr butter

25 gr gula (gula pasir / aren)

1/2 tsp vanilla paste

CARA Membuat Crêpe :

  1. Masukkan bahan kering (tepung, gula, garam) ke dalam mangkok. Lalu campur rata.
  2. Tambahkan telur, susu, vanilla paste dan essential oil orange jika menggunakan atau kulit jeruk).
  3. Aduk hingga rata dan simpan di kulkas sebentar supaya semua bahan tercampur rata.
  4. Masak crêpe di teflon anti lengket dengan tetap mengoleskan sedikit ghee atau minyak nabati setiap membuat crêpe supaya tidak lengket.
  5. Crêpe seharunya tidak terlalu tebal, we want it quite thin, supaya nanti orange sauce bisa meresap.
  6. Sisihkan crêpe (kita butuh 4 lembar crêpe).

CARA Membuat Saos Suzette (Orange sauce) :

  1. Panaskan teflon (pakai teflon yang sebelumnya dipakai untuk memasak crêpe tidak masalah, mengurangi cuci-cuci).
  2. Masukkan butter dan lelehkan.
  3. Tambahkan parutan kulit lemon dan jeruk sunkist, masak sebentar.
  4. Tambahkan gula pasir dan aduk hingga meleleh.
  5. Tambahkan vanilla paste dan tuang air jeruk sunkist + air lemon.
  6. Masak dengan api kecil-sedang hingga sedikit mengental.
  7. Susun crêpe yang sudah dilipat secara segitiga ke dalam sauce yang sedang dimasak.
  8. Balik crêpes nya supaya sauce meresap baik di kedua sisi.
  9. Sajikan dengan taburan gula halus/gula aren.

Bon Appétit !

thumb_DSC00335_1024

Advertisements

[Gluten-Free] Choco Chips Cookies

>>  [Gluten-Free] Choco Chips Cookies  <<

Bahan-bahan :

85gr gula pasir

100gr gula aren / gula kelapa

113gr butter (diamkan hingga lembek pada suhu ruangan)

2 telur ayam kampung

1 sdt vanilla cair/paste

1 sdt baking soda

1/2 sdt garam halus

2 1/4 cup tepung gluten-free / serbaguna biasa

1 cup dark choco chips

Cara Membuat :

  1. Panaskan oven suhu 180 C. Siapkan sebuah loyang untuk cookies yang dilapisi kertas bakar.
  2. Campur kedua jenis gula di dalam suatu mangkok besar hingga tercampur rata dan tidak ada gumpalan.
  3. Tambahkan butter lembek dan aduk rata dengan spatula/sendok.
  4. Tambahkan telur satu per satu dan aduk hingga tercampur rata.
  5. Masukkan vanilla dan garam, lalu aduk kembali.
  6. Masukkan tepung secara bertahap dan aduk hingga adonan tercampur dengan baik.
  7. Campurkan choco chips ke dalam adonan.
  8. Jika menggunakan tepung gluten free, simpan adonan di dalam kulkas sekitar 1 jam agar lebih padat.
  9. Tuang adonan menggunakan sendok dan beri jarak sekitar 4-5 cm.
  10. Masukkan ke dalam oven selama 10-15 menit (tepung biasa) atau 20-25 menit (tepung gluten free) dengan memutar loyang setengah perjalanan supaya matang secara rata.
  11. Diamkan cookies hingga suhu ruangan dan simpan di dalam toples kedap udara.

BON APPÉTIT !

Notes :

*Resep ini bisa menghasilkan 35-50 cookies tergantung besar kecilnya.

*Tepung gluten free yang aku gunakan adalah campuran tepung beras coklat, tepung garut, tepung beras, tapioca, tepung pisang dan tepung almond.

*Dengan menggunakan tepung gluten-free adonan ini akan lebih encer oleh karena itu lebih baik disimpan di kulkas selama satu jam agar sedikit memadat dan lebih mudah dituang di loyang cookies.

*Dua hasil yang berbeda akan diperoleh: jika menggunakan tepung gluten-free, ketika di oven adonan akan melebar ke samping dan waktu memasaknya sedikit lebih lama. Jika menggunakan tepung biasa, adonan akan lebih padat dan tidak terlalu melebar seperti adonan dengan tepung gluten-free dan hasilnya akan lebih padat dan tebal.

*PENTING : jangan tunggu cookies mengeras di oven, lebih baik dikeluarkan ketika masih sedikit empuk di oven karena ketika didinginkan di suhu ruangan, cookies akan mengeras/mengering dan memberikan tekstur yang terbaik. Jika cookies dibiarkan masak di oven hingga keras, ketika didiamkan di luar akan menjadi lebih keras lagi. Tetapi kembali ke selera masing-masing 🙂

Easy & Healthy Bfast with Oats | Basic Overnight Oats | Oat Pancakes | Banana Oat Bars

Halo semua!

Beberapa waktu lalu saya minta masukan dari teman-teman enaknya saya buat video resep apa. Banyak yang menanyakan untuk sarapan praktis dan sehat. Nah, kali ini saya akan bagikan resep sarapan praktis dan sehat dengan bahan dasar OATS.

  1. OVERNIGHT OATS

  2. OAT PANCAKES

  3. BANANA OAT BARS

VIDEO RECIPE : Easy & Healthy Bfast Oats 3 Ways

OATS

url.jpg

187187-004-94F5EE9B.jpg

https://www.britannica.com/topic/oats

Oats aku rasa sudah cukup familiar ya. Oats masuk dalam kategori “cereal”. Di dalamnya terkandung protein sejenis gluten tetapi bukan gluten yaitu Avenin. Avenin adalah protein yang ditemukan di dalam Oats. Tiap orang bereaksi berbeda terhadap jenis protein ini. Kalau memang alergi dengan GLUTEN, cobalah cari Oats yang tertulis “Gluten Free”. Karena sering kali, Oats diolah di tempat yang sama dengan produk Gandum, sehingga tercampur dengan residu gluten dari gandum tersebut. Perlu diingat bahwa tiap tubuh dan cara mencerna makanan dan minuman tiap orang itu berbeda. Something might work well on a person, and the same thing might cause problems in someone else’s body, jadi yang seiring berjalannya waktu itu PR kita masing-masing untuk bisa merasakan apa yang baik untuk kita dan mana yang tidak.

List bahan-bahan yang aku pakai ada di bawah sendiri ya…

OVERNIGHT OATS

Overnight oats is my ultimate favorite quick breakfast! Dibuat malam sebelumnya, pagi tinggal keluarkan dari kulkas, tambahkan topping kalau mau, kalaupun tanpa topping juga udah cukup untuk sarapan pagiku. If I’m in hurry, I just bring it with me; if I have more time, aku tambahkan topping seperti coconut flakes, potongan buah, superfood seperti moringa, maca, flaxseeds, acai berry powder, dan banyak pilihan lainnya yang sangat mudah ditambahkan di overnight oats ini.

Oats yang aku pakai adalah ROLLED OATS. Memang mungkin lebih sulit didapatkan, tetapi ya sekarang dengan online shop dan pengiriman yang mudah, gak susah kok. Yang sering dan biasa kita temukan di supermarket adalah Instant Oats dan Quick Cooking Oats. Rolled oats itu bentuknya lebih “utuh”, tidak mengalami proses yang sepanjang Instant Oats dan Quick Cooking Oats, makanya jauh lebih baik. Aku sebutkan di video : Rolled Oats itu “Beras Coklat / Pecah Kulit” dan kalau Instant/Quick Cooking Oats itu “Beras Putih”.

Perlu diingat selalu akan term : Whole Food —> makanan yang paling mendekati wujud aslinya dan mengalami sangat sedikit atau tidak sama sekali proses pengolahan. Nah, di sini peran “Organik” itu sangat penting; since we want to eat whole foods, yang mana mendekati wujud aslinya, kalau si makanan itu telah disemprot dan dikasih macam-macam bahan kimia/obat, kita juga enggan makan versi “utuh”nya kan, akhirnya harus kita masak dan olah, dan sayang sekali. Memang, aku juga setuju bahwa tidak mudah terkadang mendapatkan bahan organik tetapi sebisanya saja. Dannn masih banyak yang karena organik, lalu dijual mahal, dan jadi tidak masuk akal untuk konsumsi pribadi. Anyway, aku akan bicara tentang hal ini lebih panjang lagi lain waktu. Pada intinya kalau ada pilihan lebih baik, pilihlah itu; semacam “investasi” kalau buat aku. Sering-sering baca juga, karena aku yakin banyak yang masih gak tau juga kalau ada versi “utuhnya” oats.

Di resep ini aku tambahkan pisang, karena aku suka teksturnya, dia juga menambahkan rasa di campuran overnight oats. Lalu pasti ada aja pisang di rumah, kadang sampai bingung udah keburu terlalu matang. (I freeze bananas as well for smoothies). Pisang itu baik karena tinggi akan potassium which is very good for the heart; bantu lower blood pressure dan the risk of heart disease. Kalau gak suka pisang, no big deal, just remove it.

Resep ini bisa jadi 2 jar sedang seperti di video di YouTube Channel ku ya. Oh iya, overnight oats ini bisa tahan sampai 3 hari di kulkas ya. So, better make small batches and make new ones kalau bisa.. Aku juga suka tambahkan bubuk kayu manis.

RESEP #1

SARAH’S BASIC OVERNIGHT OATS

2 small jars

DSCF2831

INGREDIENTS :

1/3 cup Rolled oats

1 tbsp biji chia

1/3 – 1/2 cup susu almond atau susu biasa

1/3 cup plain yogurt

1 tbsp madu

1 buah pisang potong dadu

sejumput sea salt / garam laut murni

INSTRUCTIONS :

  1. Campur rolled oats, biji chia, sejumput garam.
  2. Tambahkan susu, yogurt, madu dan campur rata.
  3. Tambahkan potongan pisang jika pakai.
  4. Masukkan ke dalam toples, give a shake and keep in the fridge overnight.

VARIASI :

  • Cacao Banana (bubuk cacao dan pisang)
  • Banana Vanilla Cinnamon (pisang, vanilla dan bubuk kayu manis)
  • Mango Coconut (mangga dan kelapa kering/coconut flakes)
  • Strawberry nuts (stroberi dengan kacang-kacangan seperti walnut, kenari, mede, almond)
  • Mango Strawberry (mangga dan stroberi)
  • Kiwi honey (kiwi dan madu)
  • I guess you can put anything! LOL

SELAMAT SARAPAN !

RESEP #2

OAT PANCAKES

6-8 pancakes

DSCF2771

INGREDIENTS :

11/2 cups oat flour (oats yang sudah dihaluskan/diblender)

2 tbsp gula (gula pasir / aren / maple syrup / madu)

1/2 tsp baking powder (aluminium free if possible)

sejumput sea salt / garam laut murni

1 cup susu

1 telur ayam kampung

1 tbsp vegetable oil / minyak nabati (canola / grapeseed / sunflower)

Ghee / minyak untuk oles di teflon

INSTRUCTIONS :

  1. Campur semua bahan kering (oats halus, gula, baking powder, garam)
  2. Campur bahan basah (susu, telur, minyak)
  3. Tuang campuran bahan basah ke bahan kering.
  4. Aduk rata.
  5. Tuang sedikit adonan secukupnya di atas teflon yang sudah diolesi minyak/ghee/butter. Masak hingga sisi bawah kecoklatan.
  6. Balik pancake dan masak sisi satunya hingga kecoklatan.

SELAMAT MENIKMATI!

Note : I love freezing these pancakes! Kalau aku ada waktu aku masak semua lalu aku dinginkan dan masukkan ke dalam kantong freezer. So when in need, tinggal dikeluarin, angetin di microwave atau di teflon dengan api kecil.

RESEP #3

BANANA OAT BARS

8-10 bars

DSCF2807

INGREDIENTS :

1 cup oats yang sudah dihaluskan (diblender halus)

1 cup oats yang masih utuh

1 tsp baking powder (aluminium free if possible)

2-3 pisang (dilembekkan)

1/4 cup madu / maple syrup

sejumput sea salt / garam laut murni

Topping :

Selai stroberi

Chocolate chips

INSTRUCTIONS :

  1. Nyalakan oven di 190 C (derajat celcius).
  2. Siapkan 1 buah loyang dan lapisi dengan kertas bakar + oles minyak di atasnya.
  3. Campur oats yang sudah dihaluskan dengan baking powder, sejumput garam.
  4. Tambahkan oats yang utuh, campur rata.
  5. Tambahkan pisang yang sudah dilembekkan dan madu.
  6. Ambil 2/3 dari adonan tersebut dan padatkan di dalam loyang dengan tebal kurang lebih 1.5 – 2cm.
  7. Sebarkan topping pilihan di atasnya.
  8. Tabur 1/3 adonan (sisa yang tadi dipakai untuk alas) di atas.
  9. Masukkan ke dalam oven bagian tengah selama kurang lebih 30-40 menit sampai atasnya agak kecoklatan.
  10. Dinginkan sekitar 10 menit lallu potong sesuai selera.
  11. Simpan dalam kulkas.

ENJOY !!

Note : Setelah dimasak di oven, ketika sudah matang memang tidak megeras ya, bukan menjadi kriuk. Ini oat bars yang chewy, not crunchy. Aku biasa simpan dalam toples di kulkas, tinggal ambil di pagi hari atau bisa jadikan snack kapan saja.

VARIASI Topping :

  • Kismis
  • Cranberry
  • Cacao nibs
  • Any other dried fruits
  • Kacang (almond / mede)

 

I would love to know how you liked it, kalau sempat dicoba buat yaa…

Tunggu resep-resep berikutnya ya.. Thank you xx

Sarah.

 

LIST OF PRODUCTS :

Rolled oats, biji chia,  : http://www.clubsehat.com/

Baking powder aluminium free : Healthy Paradise atau Bob’s Red Mill 

http://nourishindonesia.com/index.php?route=product/product&filter_name=bob%27s+red+mill&product_id=816

http://www.namaste-organic.com/products/search?query=bob%27s+red+mill

Ghee : @mazaraatartisancheese atau tersedia juga di Lokaloka Bistro

Bubuk daun kelor (moringa) : @martani.organic

Susu almond (raw almond milk) dan plain yogurt : @lokalokabistro

Caesar Salad Dressing

Hello!

So, this time it will be Caesar Salad Dressing. Who doesn’t love a great Caesar Salad? The key is on the dressing of course, since Caesar Salad is simply lettuce, crouton, and chicken (or not). So yea, here’s my go to Caesar Salad Dressing.

Caesar Salad biasanya terdiri selada jenis Romaine, crouton (roti dipanggang sampai kriuk) dan ayam kalau itu Chicken Caesar Salad. Kalau tanpa ayam, ya bisa selada aja, dan karena itu kuncinya ada di dressing/saus saladnya.

Mungkin beberapa bahan seperti anchovy, dijon mustard, you don’t usually have it on hand, but those ingredients really make this recipe puerrfecctttt!

Some lemon juice is optional but I would totally recommend. It gives a nice kick. Oh yes, many use only mayonnaise, I like to do half mayonnaise and half plain yogurt; I find it a little bit lighter and it tastes just amazing!

Give a try and tell me what you think!

Here’s the video :

Sarah’s Kitchen Lab | 1 Min Recipes | Caesar Salad Dressing


|  Caesar Salad Dressing  |

The Ingredients :

  • 2 garlic cloves
  • 1 tsp anchovy (paste or whole like I used in the video)
  • 1/2 cup Parmesan cheese
  • 1 tbsp Dijon mustard
  • 1/2 cup mayonnaise
  • 1/2 cup plain yogurt
  • 1 tsp Worcestershire sauce
  • 1-2 tbsp lemon juice (optional)
  • sea salt and black pepper

How to :

  1. Put all ingredients together in a blender and blend until well combined.
  2. It will give you a nice, not too thick, sauce.
  3. Store in a jar in the fridge for 1-2 weeks.

Bon Appétit!


#TheCandras France Trip 2016

dscf2115


Hello!

I know, I know, I’m not yet used to posting on time, but I will certainly get there soon..

Ok so, some of you must have noticed that “last year”, around November-December 2016 my husband, Pitu and I had the chance to visit my “kampung halaman” or my other home which is France. This time was super fun, because it was actually the first time we all three of us (Eross, Pitu and I) went to France together.

I used to go there every year before I got married, but after that it has been more difficult and of course we didn’t have many opportunities to go there. So after Eross and I got married, we went there, that was in 2009.

And then, when Pitu was 6 months, I went to France with him, just the two of us. After that we went back there again just the two of us as well, I don’t exactly remember when was it, but a little bit more than three years from now. That last trip was quite moving because we when there especially to visit my grandmother who was getting sick. And yes, not long after we went back to Indonesia, she passed away.. So, yes that was really hard for me especially I loved her so much, I still do :). But I’m grateful that the Pitu and I had the opportunity to see her.

So, after three years, which is quite some time for me not to go back to France, we finally made it all the three of us!

I was so happy to be able to see the family, the daily life in France, many places, and of course for Pitu it was the first time he saw snow! We also stayed there for a good time, giving us the chance to see Paris, Lyon, Châtenay, Combloux (near Chamonix, to see the snow) and Orleans. Thank you to all friends and family who welcomed us so well, it was a really sweet memory.. Merci Mamido (Dominique), my aunt, who took us to Combloux to see the snow, even though it was pretty challenging since there was not much snow; it snowed two weeks before but no snow later, so we were pretty lucky. Merci Tante Colette who was so sweet, and welcomed us in her house with a magnificent view!

We had a family gathering in order to remember my beloved grandmother. We saw almost all my cousins, aunts and uncles. We spent a really nice time with my grandfather, so happy to see him doing well and in good shape for his age! I’m so grateful and can’t thank him enough. And my mother was there as well, arranged everything for us; it was really nice (I keep on saying this but it was, it really was) to be with her as well there. So yea, it was really really nice (I say it again!). Anndd we had 3 weeks of almost every day super nice weather; it was cold but sunny, and we couldn’t ask for better!

Walking was such a pleasure for us, since here in Indonesia we are quite dependent on our personal vehicle (car and motorcycle). Actually Pitu, our son, really enjoyed walking and taking the public transportations. The number of things to do and see is just unbelievable, so many museums (free and with a fee), many great free playgrounds for kids. In Lyon, there’s even a City Zoo called “Parc de la Tête d’Or”, there are animals and the place is so huge, open air. It’s just great! I have to say that we miss that in here, Jogja. Anyway, for me it was personally a very nice come back. For Pitu, I think and hope he learned a lot and saw another part, another way how people live. Travelling and seeing how other people live, the cultures, etc it’s such an important experience for then to have respect towards others. I hope we can go back soon and see other beautiful parts of France.

So, here are some pictures taken during our trip (some taken with a real camera and some with my phone, so sorry for the not so good quality).. I’m still working on the vlog but I will update you all soon when it’s done and uploaded on my YouTube Channel. In the mean time, you can subscribe to my YouTube Channel :

Sarah Diorita YouTube Channel

Enjoy! Bisous Xoxo

PS : I’m writing in english so that all can understand, even friends and families on the other side of the planet.


dscf1801dscf1805dscf1851dscf1947dscf1953dscf1963dscf1965dscf2043dscf2102dscf2103dscf2104dscf2107dscf2116dscf2119dscf2162dscf2175

“PAIN PERDU” aka French Toast

 

 

Processed with MOLDIV

PAIN PERDU bahasa Prancis itu artinya “Roti yang Hilang”.. My guess would be mungkin “hilang” karena dibalut campuran susu dan telur itu kali yaa..

Ini resep yang andalan ketika punya roti yang mungkin udah beberapa hari, kalau dimakan begitu saja sudah kehilangan kelembabannya (tapi bukan kadaluarsa yaaa hehehe).

It tastes sooo good! Pitu is one big fan! Cepat dan cocok untuk sarapan.

Intinya ini adalah roti dicelup ke dalam campuran basis telur, susu dan gula. Banyak sekali tambahan yang bisa digunakan untuk membuatnya sedikit berbeda.


– PAIN PERDU –

Bahan-bahan :

1 Telur ayam kampung

1/2 cup susu

1 1/2 tbsp (sdm) gula pasir

Roti tawar (bisa juga roti lainnya)

CARA :

  1. Kocok telur, susu dan gula sampai tercampur semua.
  2. Panaskan teflon (api kecil-sedang saja) dan oleskan minyak nabati tak berbau (canola/sunflower oil) dan tambah sedikit butter (this makes a great brown color and it’s super tasty!)
  3. Celup 1 lembar roti ke dalam campuran basah tadi. Pastikan semua sisi terkena campuran telur, susu dan gula.
  4. Masak di teflon hingga sisi bawah kecoklatan. Kemudian balik dan masak sisi satunya
  5. Sajikan dengan potongan butter dan gula pasir.
  6. Selamat makan!

Bisa juga ditaburi bubuk kayumanis atau bubuk cacao. Bisa juga menambahkan vanilla extract ke campuran telur susu dan gula untuk menambahkan aroma.

Kalau ada pisang, bisa masak pisang di teflon sampai agak caramelised lalu sajikan di atas Pain Perdu.. Hmmmm.. Yummy!

Selamat mencoba ya!

Bon Appétit !

Xx – Sarah

“Pain Perdu” aka French Toast

Halo!

Maafkan saya ya, sudah lama sekali tidak mengisi blog saya ini.. So much things to do, new opening hours at Lokaloka Bistro jadi banyak yang harus disiapkan dan dimatangkan. Tidak terasa sudah 2.5 tahun sejak Lokaloka Bistro berdiri.. Progress nya mungkin tidak secepat itu tetapi Alhamdulillah banget bisa saya jalani dengan ritme saya pribadi, mengimbanginya dengan tugas utama saya sebagai seorang ibu dan istri. Saya ingat di awal memang jauh lebih “gila” daripada sekarang, ya namanya juga apa-apa saya kerjakan sendiri (recipe development, jualan, itung-itung, mikir ke depannya dan banyak lainnya), but no complaining.. The progress that Lokaloka Bistro has made is making me proud of all the people who are involved in it (terimakasih ya Team Lokaloka Bistro dan Café LIP Lokaloka!). Dukungan ibu, suami, anak dan keluarga saya menjadi salah satu berkah yang setiap saat saya syukuri.

I think being a wife and a mom doesn’t mean you gotta stop doing what you love.. It’s not easy but you must find the balance. Itu sebuah pilihan menurut, nothing wrong with all the different decisions moms and wives make. Every decisions have consequences 🙂

Menurut saya, memiliki “me time” itu penting; sebagai manusia yang punya perasaan dan juga otak penting untuk terus belajar.. Menurut saya itu justru membuat hubungan rumah tangga semakin harmonis; sama-sama belajar dan berbagi pengetahuan baru, and most importantly, di situ kita makin mengenal satu sama lain dan together we grow.. Couples support each but also remind one another. Couples should be grateful and happy to see both of them learning from each other. Itu yang membuat kita fall in love over and over again.. The beauty in a couple is that we might have some different passions but we know we have each other to support our back, bukan berarti terus misal suami saya harus nyemplung dan ikut belajar masak tetapi melihat saya enjoy di bidang itu dia juga ikut bahagia dan mendukung. Begitu juga saya, pengetahuan tentang musik, gitar dan lainnya yang digeluti suami, saya tidak paham semuanya. But I know that’s what he truly loves doing so it makes me happy; bahagia melihat pasangan kita berkembang.

Begitu juga dengan anak, saya cenderung mengajak anak untuk juga ikut serta dalam aktifitas saya ketika memungkinkan. Menurut anak juga bisa belajar sejak mungkin usia toddler, bahwa orang-orang di sekitarnya juga memiliki aktifitas lainnya. Tidak hanya dia bisa belajar banyak hal lainnya tetapi juga membuatnya lebih mandiri dan menghargai keberadaan orang lain. Selain itu, anak jadi lebih fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan lebih mudah. All this done with lots of love of course. I learned this from my mom and Alhamdulillah Pitu adalah anak yang termasuk sangat mudah dan menyenangkan.

But knowing your priorities is your boundary; dengan mengetahui prioritas kita serta tanggung jawab kita maka kita kemudian bisa menentukan bagaimana mengerjakan semua itu dan membagi waktu dengan tepat. Not easy, moms wives must know.. But it’s part of learning and it is possible.. Saya pun masih terus belajar dan masih harus banyak belajar, it’s also a process, we explore and also get to know ourself, kita mau ngapain selama hidup ini, what’s our purpose in life. Semangat ya para ibu dan istri! Juggling is our job.. Just know your priorities to stay on balance.


Anywayyyy… Saya ingin sekali berbagi resep-resep praktis, mudah dan sehat.. Pelan-pelan ya, doakan bisa lebih sering lagi..

Ini salah satu resep andalan sarapan di #theCandras :

PAIN PERDU atau mungkin lebih dikenal orang “French Toast”

Processed with MOLDIV

OK, so PAIN PERDU bahasa Prancis itu artinya “Roti yang Hilang”.. My guess would be mungkin “hilang” karena dibalut campuran susu dan telur itu kali yaa..

Ini resep yang andalan ketika punya roti yang mungkin udah beberapa hari, kalau dimakan begitu saja sudah kehilangan kelembabannya (tapi bukan kadaluarsa yaaa hehehe).

It tastes sooo good! Pitu is one big fan! Cepat dan cocok untuk sarapan.

Intinya ini adalah roti dicelup ke dalam campuran basis telur, susu dan gula. Banyak sekali tambahan yang bisa digunakan untuk membuatnya sedikit berbeda.


– PAIN PERDU –

Bahan-bahan :

1 Telur ayam kampung

1/2 cup susu

1 1/2 tbsp (sdm) gula pasir

Roti tawar (bisa juga roti lainnya)

CARA :

  1. Kocok telur, susu dan gula sampai tercampur semua.
  2. Panaskan teflon (api kecil-sedang saja) dan oleskan minyak nabati tak berbau (canola/sunflower oil) dan tambah sedikit butter (this makes a great brown color and it’s super tasty!)
  3. Celup 1 lembar roti ke dalam campuran basah tadi. Pastikan semua sisi terkena campuran telur, susu dan gula.
  4. Masak di teflon hingga sisi bawah kecoklatan. Kemudian balik dan masak sisi satunya
  5. Sajikan dengan potongan butter dan gula pasir.
  6. Selamat makan!

Bisa juga ditaburi bubuk kayumanis atau bubuk cacao. Bisa juga menambahkan vanilla extract ke campuran telur susu dan gula untuk menambahkan aroma.

Kalau ada pisang, bisa masak pisang di teflon sampai agak caramelised lalu sajikan di atas Pain Perdu.. Hmmmm.. Yummy!

Selamat mencoba ya!

Bon Appétit !

Xx – Sarah

Article : Tribun Jogja #theCandras

Iya, memang ada beberapa perbedaan antar budaya ya.. Hanya perlu cari keseimbangan aja, gimana caranya supaya kedua budaya dapat selaras, bagaimana kita juga pandai menyesuaikan dengan kondisi masing-masing.. Balancing both cultures for getting the best of it.. 🙂

Check out the article here:

Artikel Tribun Jogja

Begini Cara Istri Eross Candra Sheila on 7 Membudayakan Makan Sayur dan Buah

Kamis, 22 September 2016 15:21
Begini Cara Istri Eross Candra Sheila on 7 Membudayakan Makan Sayur dan Buah
TRIBUNJOGJA.COM | Hamim Thohari
Sarah Diorita

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Dibesarkan di dua budaya, membentuk Sarah Diorita menjadi sosok yang mandiri.

Memiliki orangtua seorang ibu berwarga kenegaraan Prancis dan ayah berwarga kenegaraan Indonesia, Sarah lahir di Yogyakarta, sempat menempuh masa kecil di Prancis, dan kini ia banyak menghabiskan waktunya di Yogyakarta.

Budaya Prancis dan Indonesia yang berbeda, membuat Sarah banyak belajar dan memadukan keduanya di kehidupan sehari-hari.

Tak jarang, budaya keduanya sangat bertolak belakang, sehingga Sarah pun mengambil jalan tengah untuk diikutinya.

Budaya makan misalnya, Prancis sangat konvensional untuk urusan makan sekeluarga di meja makan.

Bahkan, mereka bisa berlama-lama di meja makan, hanya untuk menyantap makanan dan bercakap dengan seluruh anggota keluarga.

”Makan di meja makan itu lebih menekankan pada aspek sosialnya, yakni berbicara dan menikmati makanan,” ujar Sarah saat ditemui di Lokaloka Bistro, Kamis (15/9/2016) lalu.

Namun berlama-lama di meja makan tidak menjadi budaya yang mengakar di Indonesia, sehingga iapun harus mengimbangi kebiasaan tersebut.

Sejak bersuamikan Eross Candra, Sarah memang merutinkan makan di atas meja makan minimal sekali dalam sehari.

Namun sesekali juga, Sarah memberikan waktu santai pada keluarganya untuk makan sambil menonton televisi bersama-sama.

Memasak

Budaya memasak sendiri juga dibawanya ke keluarganya di Indonesia.

Halaman

123

 

Article : Tribun Jogja September 22, 2016

Mengetahui bagaimana makanan/minuman yang kita konsumsi itu penting. Ketika sudah tahu, atau kurang lebih tahu lah, kemudian keputusan untuk mengkonsumsi atau tidak ada pada kita, but at least kita sudah mencari tahu dan mempertimbangkannya.

Lalu pertanyaan berikutnya yang muncul adalah: “bagaimana kita bisa tahu mana yang baik untuk kita dan mana yang tidak??”. Di sini “PR”/tugas dari kita masing-masing untuk memahami tubuh kita. Itu adalah sebuah proses, not easy, but important to be understood, .. Itu yang kita suka tidak punya kendali; kita mengikuti emosi sesaat saja yaitu makan untuk merespon emosi yang dangkal. Lalu makan makanan yang tidak sehat makin menambah lapisan yang menyulitkan kita untuk merasakan apa yang sebenarnya tubuh kita inginkan/perlukan.

Saya sendiri masih suka makan tidak/kurang sehat, tetapi mencoba untuk menyadarinya dan kemudian “minta ampun” dan kembali ke yang benar (hehehe), karena saya merasakan bahwa yang saya makan itu tidak terasa enak untuk tubuh saya. It’s no big deal, itu bagian dari balancing atau mengimbangi. We need to balance out things in life, we need to socialize, to adjust ourself to others, tapi yang penting kita tetap sadari semua itu.

Bumbu itu menyenangkan dalam memasak, tetapi kita terkadang jadi lupa dengan rasa asli bahan makanan, apalagi dengan bumbu kimia yang bahkan kita bingung terbuatnya dari apa. Belajar tentang rasa itu penting dan sangat menarik. Seperti yang saya katakan di dalam artikel ini, ketika memasak saya seperti melakukan problem solving di kepala : A + B + C = pasti enak deh. F +H + Z = noooo!

Saya bukan ahli gizi/kesehatan. Saya hanya belajar dari pengalaman dan memang ada beberapa hal teoritis yang perlu diketahui ketika memasak dan itu saya masih terus belajar. Kalau teori begitu memang belajarnya dari orang lain, buku dan sebagainya. Hal-hal teoritis atau “hukum memasak” seperti penggunaan minyak saat memasak; tidak semua minyak cocok dan sehat ketika kena panas. Bagaimana kita memasak sayur agar kandungan di dalamnya tidak hilang. Semua itu memang perlu dipelajari untuk melengkapi konsep sehat kita. Dan perlu diingat bahwa masing-masing dari kita berbeda dan berada di tahap yang berbeda juga. Jangan pernah boleh minder, but keep on doing what’s good for you at the moment, feel what you need.

Good night

XOXO – Sarah

 

Check out the article here :

Artikel Sarah Diorita Tribun Jogja

 

Sarah Berbagi Pengetahuan Makanan Sehat

Kamis, 22 September 2016 15:26
Sarah Berbagi Pengetahuan Makanan Sehat
TRIBUNJOGJA.COM | Hamim Thohari
Sarah Diorita

Laporan Reporter Tribun Jogja, Gaya Lufityanti

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Dalam hidup, Sarah Diorita memiliki komitmen untuk berbagi mengenai pengetahuan yang ia miliki.

Termasuk soal makanan sehat yang kini menjadi ketertarikannya.

Visi untuk berbagi makanan sehat ini terwujud dalam bisnis kulinernya, Lokaloka Bistro yang tengah berjalan 2,5 tahun belakangan ini.

Melalui Lokaloka Bistro, Sarah ingin memperkenalkan menu-menu sehat yang bisa dimasak sendiri di rumah namun tetap enak disantap.

”Saya ingin berbagi ke orang bahwa makanan sehat itu juga bisa enak kok,” kata pehobi membaca dan mendengar musik ini.

Sarah melihat bisnis kulinernya ini akan menjadi bisnis jangka panjang dengan memiliki visi Lokaloka Bistro sebagai tempat pertemuan, laboratorium sekaligus tempat orang-orang berbagi koneksi maupun pengetahuan.

”Saya ingin tempo perjalanan Lokaloka Bistro ini sesuai tarikan nafas saya sendiri. Karena bisnis ini sangat personal bagi saya, sehingga perkembangannya pun disesuaikan dengan kemampuan saya,” tambahnya.

Kebiasaan memasak sendiri di rumah yang sudah diperkenalkan keluarganya sejak kecil, menjadi modal tersendiri bagi Sarah untuk hidup sehat maupun menjalani bisnis kulinernya.

Sang ibu yang ahli memasak dengan minim bumbu, mengajarkannya banyak hal, terutama ia jadi mengetahui rasa asli bahan makanan tersebut.

”Berkat kebiasaan itu, aku seolah punya kamus rasa, sehingga ketika mau masak masakan tertentu Cuma tinggal bayangkan saja hasilnya akan seperti apa,” lanjutnya.

Ke depan, Sarah berencana ingin berbagi pengalamannya lewat makanan melalui Blog.

Tidak hanya pengalaman selama ia di Yogyakarta, melainkan juga di Perancis.

Blog sendiri dipilih karena ia bisa berkreasi dengan bebas dan berbagi baik melalui tulisan maupun video. (tribunjogja.com)